Kamis, 23 Februari 2017

Cloud Computing Menurut NIST





National Institute of Standards and Technology, disingkat NIST (Badan Nasional Standar dan Teknologi Amerika Serikat) yang dulunya dikenal sebagai The National Bureau of Standards - NBS (Biro Standar Nasional) adalah sebuah badan non-regulator dari bagian Administrasi Teknologi dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Misi dari badan ini adalah untk membuat dan mendorong pengukuran, standar, dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, mendukung perdagangan, dan memperbaiki kualitas hidup semua orang.

NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :
 1. On-demand seft-service. Pengguna dapat memesan dan mengella layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan sebuah portal web dan menajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.
2. Broad network acces. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang mengenalkan penggunaan berbagai platform teknologi (misalnya, telepon seluler, laptop dan PDA)
3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki control atau pengetahuan atas beradaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada kemungkinan dapat menentukan lokasi di tempat yang lebih tinggi (misalnya, Negara atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori bandwitdh jaringan dan mesin virtual).
4. Rapid elastisity. Memiliki kemampuan respon yang cepat dan fleksible. Dimana pengguna dapat menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang diinginkan kapan saja dan sistem selalu dapat mengakomodasi perubahan tersebut.
5. Measured service. Sistem komputasi awan secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumberdaya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumberdaya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan yang digunakan.

Sedangkan tiga jenis model layanan dijelaskan oleh NIST (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :
1. Cloud software as a Service (SaaS). Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk mengunakan
aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infrastruktur awan. Aplikasi dapat diakses dari berbagai
perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen
tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan server,
sistem operasi penyimpanan atau bahkan kemampuan aplikasi individu, dengan kemungkinan
pengecualian terbatas terhadap pengaturan konfigurasi aplikasi pengguna tertentu.
2. Cloud Platform as a Service (PaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan
aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrasturktur komputasi awan menggunakan bahasa
pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau
mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau
penyimpanan namun memiliki control atas aplikasi disebarkan dan memungkinkan aplikasi melakukan
hosting konfigurasi.
3. Cloud infrastruktur as a Service (IaaS). Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk
memproses, menyimpanan, berjaringan, dan komputasi sumberdaya lain yang penting dimana
konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas dapat mencakup sistem
operasi dan aplikasi. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang
mendasari tetapi memiliki control atas sistem operasi penyimpanan, aplikasi yang disebarkan dan
mungkin control terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall host).
Model penyebaran komputasi awan menurut NIST terdiri dari empat model (Mell dan Grance, 2009), yaitu :
1. Private cloud. Infrastruktur awan yang semata-mata dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin
dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
2. Community cloud. Infrastruktur awan digunakan secara bersama oleh beberapa organisasi dan
mendukung komunitas tertentu yang telah berbagi concerns (misalnya, misi, persyaratan keamanan,
kebijakan dan pertimbangan kepatuhan). Infrastruktur ini dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan
mungkin ada pada on premis atau off premis.
3. Public cloud. Infrastruktur awan yang dibuat tersedia untuk umum atau kelompok industry besar dan
dimiliki oleh sebuah organisasi yang menjual layanan awan.
4. Hybrid cloud. Infrastruktur awan ini merupakan komposisi dari dua atau lebih awan yang unik namun
tergantung pada teknologi dan aplikasi yan digunakan.



http://coomputingcloud.blogspot.co.id/
http://arsitekturcloudcomputing


Tidak ada komentar:

Posting Komentar